KOTA BATU - Kota Batu, PortalJTV – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto, Pemerintah Kota Batu mulai merealisasikan sejumlah program prioritas di sektor kesehatan. Salah satunya melalui program Satu Desa Satu Dokter yang ditujukan untuk memperluas sekaligus memeratakan layanan kesehatan hingga tingkat desa.
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Batu memastikan masyarakat bisa memperoleh pelayanan medis dengan lebih mudah, cepat, dan merata, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah perdesaan.

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan program tersebut merupakan strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Baca Juga : Mudik Gratis Perum Jasa Tirta I Resmi Dilepas, Tambah Rute Ponorogo dan Dua Armada Baru
“Program satu desa satu dokter ini kami siapkan sebagai langkah untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan lebih dekat, terutama bagi warga yang berada di wilayah yang cukup jauh dari pusat layanan kesehatan,” ujar Nurochman, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, kehadiran dokter di desa tidak hanya berfungsi memberikan layanan medis dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Baca Juga : Setahun Nurochman–Heli Pimpin Batu, Program Dokter Desa Sudah Menjangkau 18 Desa
“Dokter tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Melalui program ini, dokter juga hadir langsung di desa-desa sehingga masyarakat bisa lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan,” katanya.
Saat ini, program tersebut telah mulai dijalankan di 18 desa di Kota Batu. Para dokter ditugaskan memberikan pelayanan kesehatan di Polindes dengan jadwal layanan minimal tiga hari dalam satu pekan.
“Untuk tahap awal memang belum seluruh desa terlayani. Namun kami menargetkan secara bertahap seluruh desa dan kelurahan di Kota Batu bisa mendapatkan layanan ini,” jelas Nurochman.
Ia menambahkan, penguatan layanan kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi Kota Batu yang terus berkembang sebagai kota wisata.
“Kota Batu ini tidak hanya melayani masyarakatnya saja, tetapi juga wisatawan yang datang. Karena itu, sistem kesehatan harus kita siapkan dengan baik agar pelayanan medis juga semakin kuat,” ujarnya.
Selain dokter umum, Pemkot Batu juga mulai memperluas cakupan layanan kesehatan dengan menyiagakan dokter gigi di sejumlah desa.
Baca Juga : Safari Ramadan 2026 BNI Hadir di Malang, Pererat Silaturahmi dan Berbagi Kebahagiaan Bersama Masyarakat
“Untuk dokter gigi saat ini sudah berjalan di beberapa desa seperti Sumberbrantas, Sumberejo, Gunungsari, dan Bumiaji. Ke depan tentu akan terus kita kembangkan agar jangkauannya semakin luas,” kata Nurochman.
Pemkot Batu juga tengah melakukan pembenahan fasilitas kesehatan dasar di tingkat desa, khususnya di Posyandu. Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, masih terdapat sejumlah Posyandu yang belum memiliki peralatan kesehatan yang memadai.
“Kami menemukan ada beberapa Posyandu yang masih kekurangan alat kesehatan, bahkan masih menggunakan alat pinjaman. Ini tentu menjadi perhatian kami untuk segera dilengkapi,” jelasnya.
Baca Juga : Buka Puasa di Atas Kolam Koi, Sensasi Kuliner Hidden Gem di Kota Batu

Ke depan, pemerintah daerah juga berencana meningkatkan kapasitas Polindes agar menjadi fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
“Kami ingin Polindes ke depan tidak hanya menjadi tempat pelayanan dasar, tetapi juga memiliki fasilitas yang lebih lengkap dengan dukungan tenaga medis yang memadai,” tambah Nurochman.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi beban pelayanan di Puskesmas sekaligus mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat di tingkat desa.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan bahwa pemerataan layanan kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat Kota Batu mendapatkan layanan kesehatan yang sama, baik yang berada di pusat kota maupun yang tinggal di wilayah desa,” ujar Heli.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus melakukan evaluasi dan penguatan terhadap program tersebut agar dapat berjalan secara optimal.
“Kami akan terus melakukan evaluasi, baik dari sisi jumlah tenaga kesehatan maupun fasilitas yang tersedia. Jika masih ada kekurangan tentu akan kami perbaiki secara bertahap,” katanya.
Heli juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas fasilitas kesehatan di tingkat desa menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan pelayanan.
“Perbaikan fasilitas kesehatan di desa menjadi prioritas. Dengan fasilitas yang lebih baik, masyarakat tidak harus selalu ke Puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Batu juga menyiapkan program home care atau kunjungan rumah bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan.
“Melalui program home care, tenaga kesehatan bisa mendatangi langsung warga yang membutuhkan pelayanan medis tetapi tidak memungkinkan datang ke fasilitas kesehatan,” ujar Heli.
Program tersebut dijalankan oleh Puskesmas dan diintegrasikan dengan sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Sosial, agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Batu berharap layanan kesehatan di daerahnya semakin merata dan dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat.
“Harapannya tentu masyarakat Kota Batu bisa mendapatkan layanan kesehatan yang lebih mudah, merata, dan berkualitas,” pungkas Heli. (Rafli)
Editor : JTV Malang



















